Agita Nurfianti Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI Bersama Komunitas UMKM Kota Bandung

Agita Nurfianti menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama komunitas UMKM Kota Bandung di Universitas Mandiri, 1 Oktober 2026.
Agita Nurfianti menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama komunitas UMKM Kota Bandung di Universitas Mandiri, 1 Oktober 2026.

BANDUNG – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sekaligus anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Agita Nurfianti, S.Psi., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Bandung, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Mandiri, Jalan Soekarno-Hatta No. 574, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat 40286. Sosialisasi diikuti oleh para pelaku UMKM Kota Bandung yang menjadi bagian dari komunitas dan berlangsung dalam suasana interaktif.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut, Agita menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Agita, nilai-nilai Empat Pilar tidak hanya relevan dalam kehidupan politik dan pemerintahan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk kegiatan para pelaku UMKM.

Empat Pilar dan Peran UMKM

Dalam pemaparannya, Agita menjelaskan bahwa Pancasila menjadi dasar dan ideologi negara yang nilai-nilainya dapat diterapkan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Prinsip gotong royong, keadilan, kemanusiaan, serta kepedulian terhadap sesama dapat menjadi bagian dari budaya usaha yang dikembangkan oleh pelaku UMKM.

Sementara itu, UUD 1945 menjadi landasan konstitusional dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, termasuk berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Agita juga mengingatkan pentingnya menjaga NKRI di tengah dinamika masyarakat dan perkembangan ekonomi yang semakin terbuka. Para pelaku UMKM memiliki peran dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus menjaga keberlangsungan produk dan potensi lokal.

Adapun Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan untuk membangun sikap saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, keberagaman latar belakang, budaya, kreativitas, dan jenis usaha dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan semangat persatuan.

UMKM sebagai Bagian dari Kekuatan Ekonomi Masyarakat

Sosialisasi juga menjadi ruang dialog antara Agita dan para pelaku UMKM. Berbagai persoalan dan pengalaman yang dihadapi pelaku usaha menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan tersebut.

Pelaku UMKM tidak hanya dipandang sebagai penggerak aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam membangun kemandirian ekonomi serta membuka kesempatan kerja.

Dalam konteks tersebut, nilai-nilai kebangsaan dinilai penting untuk terus hadir dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Etika dalam menjalankan usaha, kejujuran, kepedulian terhadap konsumen, semangat gotong royong, serta penghargaan terhadap sesama menjadi contoh penerapan nilai kebangsaan dalam dunia usaha.

Agita juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus mengembangkan kapasitas dan beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin memengaruhi pola produksi, pemasaran, serta transaksi.

Bangun Kesadaran Kebangsaan melalui Ruang Dialog

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama komunitas UMKM Kota Bandung tersebut tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dialog dan diskusi bersama peserta.

Melalui forum tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, maupun pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat dan aktivitas usaha.

Bagi Agita, sosialisasi Empat Pilar merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus menghubungkannya dengan persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan di Universitas Mandiri Bandung ini diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan para pelaku UMKM sekaligus mendorong tumbuhnya semangat gotong royong, kemandirian, dan tanggung jawab sosial dalam mengembangkan usaha.

Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak berhenti sebagai konsep yang dipahami secara teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam aktivitas ekonomi dan pengembangan UMKM di Kota Bandung.

Pos terkait